Manajemen strategik adalah suatu proses yang digunakan oleh manajemen dan karyawan untuk merumuskan dan mengimplementasikan strategi bersaing dalam penyediaan customer value terbaik untuk mewujudkan visi organisasi. Pada dasarnya manajemen strategik adalah suatu upaya manajemen dan karyawan untuk membangun masa depan organisasi. Strategi adalah pola pengerahan dan pengarahan sumber daya untuk mewujudkan visi organisasi melalui misi (Mulyadi, 2005). Dari definisi yang diuraikan diatas tersebut terdapat empat frasa penting sebagai berikut (Mulyadi, 2005):1. Manajemen strategik merupakan suatu proses.2. Proses digunakan untuk merumuskan dan mengimplementasikan strategi.3. Strategi digunakan dalam penyediaan costumer value terbaik mewujudkan visi organisasi.4. Manajer dan karyawan adalah pelaku manajemen strategic. Menurut Dess et al, 2006, manajemen strategik terdiri dari analisa-analisa, putusan-putusan dan tindakan-tindakan yang dilakukan organisasi dalam rangka untuk menciptakan keunggulan bersaing yang berkelanjutan.
Ada empat atribut dari manajemen strategik:§ Mengarahkan kepada keseluruhan sasaran dan tujuan.
§ Melibatkan berbagai stakeholder dalam pengambilan keputusan.
§ Perlu untuk menggabungkan pandangan jangka pendek dan jangka panjang.
§ Menyadari pertukaran antara afisiensi dan efektifitas. Sedangkan menurut Pearce & Robinson, 2006, manajemen strategik diartikan sebagai sekumpulan keputusan dan tindakan yang dihasilkan dalam formulasi dan implementasi dari rancangan rencana untuk mencapai sasaran perusahaan. Hal ini menyangkut sembilan tugas yang kritikal:1. Memformulasikan misi perusahaan, termasuk pernyataan yang luas tentang tujuannya, philosophi, dan sasarannya.2. Mengadakan analisa yang mencerminkan kondisi internal dan kemampuan perusahaan.3. Menguji lingkungan ekternal perusahaan, termasuk persaingan dan factor kontektual umum.
4. Analisa pilihan perusahaan dengan mencocokan sumber dayanya dengan lingkungan ekternal.
5. Identifikasi pilihan yang paling disukai dengan cara mengevaluasi setiap pilihan dala bayangan misi perusahaan.
6. Pilih sekelompok tujuan jangka panjang dan strategi besar yang akan mencapai tujuan yang diidamkan.
7. Mengembangkan tujuan tahunan dan strategi jangka pendek yang selaras dengan tujuan jangka panjang yang terpilih serta strategi besar.
8. Implementasikan strategi yang dipilih dengan kerangka alokasi sumber anggaran yang mana selaras dengan tugas, orang, struktur, teknologi, dan sistem penghargaan.
9. Mengevaluasi sukses proses strategi sebagai masukan untuk pengambilan keputusan.
Perhatian yang bertambah menyangkut isu lingkungan manajemen dari seluruh organisasi telah membawa pemimpin untuk mengganti terminologi business policy menjadi yang lebih conprehensif, strategic Management. Manajemen strategik adalah sekumpulan keputusan manajerial dan tindakan yang menentukan kinerja perusahaan jangka panjang. Mencakup environmental scanning, strategy formulation, strategy implementation, and evaluation and control. (Wlheelen & Hunger, 1991). Wlheelen & Hunger, 1991, berpendapat bahwa proses manajemen strategik merupakan rangkaian environmental scanning, strategy formulation, strategy implementation, and evaluation and control. Ia mengajak berpikir dari awalnya dengan mengajukan beberapa pertanyaan strategik kunci sebagai berikut :§ Dimana posisi organisasi saat ini ?§ Jika tidak ada perubahan yang dilakukan, dimana organisasi berada satu tahun lagi; dua tahun lagi; lima tahun lagi; sepuluh tahun lagi; apakah jawabannya memuaskan dan dapat diterima ?§ Jika jawabannya tidak dapat diterima, apa tindakan spesifik yang harus diambil manajemen ? apa resiko yang harus ditanggung untuk itu ?
Sedangkan perusahaan atau organisasi tidak akan sukses berkelanjutan apabila situasi berubah seperti : Perusahaan bertambah besar, lapisan manajemen bertambah banyak, atau, lingkungan perusahaan baik internal maupun ektetrnal berubah nyata. Wlheelen & Hunger, 1991, berpendapat bahwa perencanaan strategik meliputi empat tahapan proses utama sebagai berikut: environmental scanning, strategy formulation, strategy implementation, and evaluation and control. Analisa Lingkungan (Environmental Scanning)Analisa Lingkungan Luar Organisasi: Lingkungan ekternal (external environmental) meliputi dua variable, peluang dan ancaman (Opportunity and Threats) yang berada di luar organisasi dan cenderung bukan dalam control jangka pendek manajemen puncak. Hal ini melibatkan dua faktor :§ Lingkungan tugas (task environment) meliputi dua elemen atau sekumpulan yang secara langsung mempengaruhi dan dipengaruhi oleh operasi utama organisasi, seperti : pemegang saham, pemerintah, pemasok, pesaing, komunitas local, pelanggan, kreditor, serikat pekerja, asosiasi, dan kelompok yang berkepentingan. § Lingkungan sosial (societal environment) meliputi kekuatan umum yang tidak bersentuhan langsung dengan organisasi tapi mampu bahkan sering mempengaruhi kegiatan jangka panjang organisasi, seperti kekuatan ekonomi, kekuatan sosial dan budaya, kekuatan teknologi, kekuatan politik dan hukum. Analisa Lingkungan Dalam Organisasi : Lingkungan dalam dari organisasi meliputi variabel kekuatan dan kelemahan (Strengths and Weaknesses), yang meluputi : § Struktur korporati (corporate structure) adalah cara menata komunikasi, otoritas dan arus kerja. § Budaya korporat (corporation’s culture) adalah bentuk dari kepercayaan, harapan, dan nilai-nilai yang dibagikan oleh anggota organisasi. § Sumber daya korporat (Corporate resources) adalah yang berbentuk harta perusahaan, mulai dari bahan baku untuk memproduksi produk perusahaan atau jasa. Harta ini meliputi orang, bakat manajemen, asset keuangan, fasilitas pabrik, tenaga dan kemampuan. Formulasi Strategi (Strategy Formulation)Formulasi strategi (strategy formulation) adalah pengembangan rencana jangka panjang untuk efektifitas manajemen dari lingkungan peluang dan ancaman serta kekuatan dan kelemahan organisasi. Termasuk di dalamnya menjabarkan misi organisasi, tujuan spesifik yang dapat dicapai, pengembangan strategi, menetapkan kebijakan. § Misi (mission). Misi korporat adalah untuk menyatakan, mengapa alas an dan tujuan organisasi ini ada. Misi yang sempit membatasi lingkup aktifitas korporat dalam hal produk, jasa yang ditawarkan, penggunaan teknologi, dan pasar yang dilayani. Misi yang luas akan memperluas cakupan aktifitas perusahaan untuk memasukan banyak produk dan jasa, pasar dan teknologi. § Tujuan (objectives). Misi korporat adalah menentukan parameter dari setiap tujuan spesifik yang harus ditentukan oleh manajemen puncak yang menyatakan apa yang harus dicapai dan kapan harus dicapai. Beberapa contoh dari sasaran biasanya menyangkut : profitability (net profits), efficiency (low costs, etc.), growth (increase in total assets, sales, etc.), shareholder wealth (dividends plus stock price appreciation), utilization of resources (ROE or ROI).§ Strategi (Strategies). Sebuah strategi dari korporat dapat berbentuk perencanaan utama yang menyeluruh yang dapat dimulai dengan pertanyaan, bagaimana korporat akan mencapai misi dan tujuannya, atau dengan kata lain, strategi adalah cara korporat untuk mencapai misi dan tujuannya.
§ Kebijakan (Policies). Sebagai kelanjutan dari strategi, kebijakan penyajikan panduan yang luas untuk pengambilan keputusan melalui organisasi. Kebijakan yang merupakan panduan yang menyeluruh menghubungkan formulasi strategi dengan implementasi strategi. Implementasi Strategi (Strategy Implementation)§ Siapa yang harus melaksanakan perencanaan strategi ? Setiap manajer sampai lini pertama supervisor akan terlibat dalam mengimplementasilkan strategi korprorat, divisi dan fungsional. § Apa yang harus dilakukan ? Manajer divisi dan manajer fungsi bekerja bersama untuk membangun program, anggaran dan prosedur untuk mengaplikasikan strategi. § Program. Sebuah program merupakan pernyataan dari aktifitas atau langkah yang diperlukan untuk mencapai rencana. Ini berorientasi tindakan strategi.§ Anggaran. Merupakan pernyataan program korporat dalam bentuk $/ Rp. Digunakan dalam perencanaan dan control perincian biaya dan programnya.
§ Procedur. Kadang disebut juga Standards Operating Procedures. Prosedur merupakan system yang berupa langkah atau teknik yang menguraikan terperinci bagaimana tugas atau pekerjaan harus dilakukan. Evaluasi dan Kontrol (Evaluation and Control) Evaluasi dan control adalah proses dimana aktifitas korporat dan hasil kinerja di monitor sihingga kinerja yang sesungguhnya dabat dibandingkan dengan kinerja yang diharapka. Apabla ada proses yang menyimpang, atau kondisi lingkungan yang berubah, maka sasaran dapat segera disesuaikan serta strategi pendekatan dapat juga disesuaikan dengan tantangan baru yang timbul Dalam hal hasil nyata tidak memenuhi kinerja yang diharapkan, degan proses ini manajemen dapat melakukan analisa menyeluruh untuk mengukur kinerja keseluruhan dan melakukan evaluasi atas hasil tersebut serta menjadikan patokan dalam menyusun rencana strategi periode berikutnya. Balanced Scorecard Pada mulanya balanced scorecard dibuat untuk membantu dan mengisi kelemahan sistem penilaian kinerja yang hanya fokus pada kinerja keuangan saja. Dalam perkembangannya balanced scorecard tidak hanya mengukur kinerja saja tapi mulai meluas sebagai bagian dari pendekatan dan penyusunan perencanaan strategik. Konsep balanced scorecard terus berkembang sejalan dengan perkembangan dalam pengimplementasian konsep ini. Balanced scorecard merupakan kartu untuk mencatat score untuk mengukur hasil kinerja seseorang atau bisnis dengan cara yang berimbang. Balanced scorecard merupakan alat manajemen kontemporer yang didesain untuk meningkatkan kemampuan organisasi dalam melipatgandakan kinerja keuangan luar biasa secara berkesinambungan. Menurut Kaplan dan Norton (1996), balanced scorecard merupakan:”… a set of measures that gives top managers a fast but comprehensive view of the business… includes financial measures that tell the results of actions already taken… complements the financial measures with the operational measures on customers satisfaction, internal process, and the organization’s innovation and improvement activities-operational measures that are the drivers of the future financal performance.” Sementara, Anthony, Banker, Kaplan, dan Young (1997), mendefinisikan balanced scorecard sebagai: “a measurement and management system that views a business unit’s performance from four perspectives: financial, customers, internal business process, and learning and growth.” Dengan demikian, balanced scorecard merupakan suatu sistem manajemen, pengukuran dan pengendalian yang secara cepat, tepat dan komprehensif mengarahkan performance bisnis. Salah satu tujuan akhir dari penerapan manajemen strategik adalah penciptaan kinerja perusahaan yang excellence dan yang berkesinambungan. Untuk itu diperlukan penerapan performance management yang salah satunya dapat menggunakan model balanced scorecard. Efektifitas performance management sangat bergantung pada cara bagaimana dan proses performance itu diukur. Dalam aplikasinya, balanced scorecard system akan memandu pembuatan indikator keberhasilan dari perusahaan, dimulai dari tingkat corporate, turun sampai ketingkat fungsional. References: § Ansoff, H. I. 1990, Implanting Strategic Management, UK: Prentice Hall International Ltd.§ Becker, B. E. et al. 2001, The HR Scorecard: Linking People, Strategy, and Performance,
USA: Harvard Business School Press.§ Collins, D. J. & Montgomery, C. A. 2005, Corporate Strategy: A Resources-Based Approach, Boston: McGraw Hill Companies, Inc.§ Dess, G. G. et al. 2007, Management Strategic: Text and Cases, Boston: McGraw Hill Companies, Inc.
§ Hesselbein, F. & Johnston, R. 2002, A Leader to Leader Guide: On Leading Change, Strategi Menembus Tantangan Perubahan, (terjemahan) Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
§ Kaplan, R. S., Norton, D. P. 1996, Translating Stratrgy Into Action,
USA: Harvard Business School Press.
§ Kaplan, R. S., Norton, D. P. 2001, The Strategy Focus Organization: How Balanced Scorecard Companies in the New Environment, USA: Harvard Business School Press.
§ Kaplan, R. S., Norton, D. P. 2004, Strategy Map: Converting Intangible Assets Into Tangible Assets, USA: Harvard Business School Press.
§ Mulyadi, 2005, Sistem manajemen Strategik Berbasis Balanced Scorecard, Yogyakarta: UPP AMP YKPN.
§ Pearce, J. A. & Robinson, R. B. 2007, Strategic Management, Formulation, Implementation, and Control, Boston: McGraw Hill Companies, Inc.
§ Rampersad, H. K., 2005, Total Performance Scorecard, (terjemahan) Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
§ Wheelen, T. L. & Hunger J.m D., 2006, Strategic Management and Business Policy,
New York: Addison-Wesley Company, Inc.



pagi..pak saya bisa minta referensi buku tentang pengertian strategi dalam hubungan komunitas untuk meningkatkan tanggung jawab sosial perusahaan..
terima kasih
Pagi bu Nonny, kalau boleh bu Nonny bisa memperkenalkan diri lebih dahulu agar saya dapat lebih mengenal.
Ada beberapa buku yang membahas mengenai “corporate social responsibility (CSR)” dan biasanya di dalamnya dibahas juga mengenai strategi perusahaan. Intinya, sebagai bagian dari strategi perusahaan, CSR dapat sejalan dan mendukung implementasi strategi perusahaan. Bagaimana mungkin sesuatu yang sifatnya sosial dapat bermanfaat bagi perusahaan ? bukankan ‘care’ itu berarti mengeluarkan biaya ?
Buku yang dicari bu Nonny buku lokal (bahasa indonesia) atau buku luar ? Saya akan coba carikan informasinya.
Salam
Pagi pak..saya baru menemukan blog nya..tertarik sekali dengan tulisan tulisannya, sangat bermanfaat untyuk pemula yang ingin mendalami dunia Busnis dan HR seta marketing umumnya.
keep writting pak…saya link ya..
terimakasih
Pagi juga mas Aal, terima kasih untuk kunjungannya, terima kasih juga untuk me”link”kan ke blog mas Aal.
Nanti saya mampir ke blognya deh…
Salam kenal
Siang pak , saya mau memperkenalkan diri, nama saya winner yousman. Saya bekerja dibidang jasa konstruksi. saat ini saya sedang mengikuti program pasca sarjana, dan sedang menyusun tesis.
Saya ingin minta bantuan bapak untuk referensi tentang agresif strategy, turnaround strategy, diversification strategy dan defensif strategy dalam dunia jasa konstruksi khususnya. Saya membutuhkannya sebagai acuan dalam penyusunan tesis. Terima Kasih
Mas Yousman,
Menarik sekali topik yang sedang diteliti. Untuk spesifik pembahasan strategy dalam dunia jasa konstruksi rasanya tidak pernah saya temukan. Tapi kalau bidang jasa ada. Mas fokusnya lebih kemana ? saya duga lebih ke marketing strategy yah ? Saya punya beberapa refrensi untuk buku-buku strategic mgt/strategy baik yang klasik maupun yang modern yang mungkin dapat membantu:
1. Ansoff, H. I. 1990, Implanting Strategic Management, UK: Prentice Hall International Ltd.
2. Becker, B. E. et al. 2001, The HR Scorecard: Linking People, Strategy, and Performance, USA: Harvard Business School Press.
3. Collins, D. J. & Montgomery, C. A. 2005, Corporate Strategy: A Resources-Based Approach, Boston: McGraw Hill Companies, Inc.
4. David, F. R. 2005. Strategic Management, Concepts and Cases. Tenth Adition. New Jersey: Prentice-Hall, Inc.
5. Dess, G. G. et al. 2007, Management Strategic: Text and Cases, Boston: McGraw Hill Companies, Inc.
6. Hax, C. A. dan Majluf, N. S. 1984. Strategic Management: an Integrative Perspective. New Jersey: Prentice-Hall, Inc.
7. Hrebiniak, L. G. 2005. Making Strategy Work. Ney Jersey: Pearson Education Inc.
8. Hesselbein, F. & Johnston, R. 2002, A Leader to Leader Guide: On Leading Change, Strategi Menembus Tantangan Perubahan, (terjemahan) Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
9. Hutabarat, J. & Huseini, M. 2006, Strategik Ditengah Operasional, Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
10. Kaplan, R. S., Norton, D. P. 1996, Translating Strategy Into Action, USA: Harvard Business School Press.
11. Kaplan, R. S., Norton, D. P. 2001, The Strategy Focus Organization: How Balanced Scorecard Companies in the New Environment, USA: Harvard Business School Press.
12. Kaplan, R. S., Norton, D. P. 2004, Strategy Map: Converting Intangible Assets Into Tangible Assets, USA: Harvard Business School Press.
13. Kasali, R. 2005, Change, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
14. Kim, W. C. & Mauborgne, R., 2005, Blue Ocean Strategy, Boston: Harvard Business School Publishing Corporation.
15. Kuncoro, M. 2002, Strategi, Bagaimana Meraih Keunggulan Kompetitif?, Jakarta: Penerbit Erlangga.
16. Mulyadi, 2005, Sistem manajemen Strategik Berbasis Balanced Scorecard, Yogyakarta: UPP AMP YKPN.
17. Mintzberg, H. et al. 1998. Strategy Safari. New York: The Free Press.
18. Pearce, J. A. & Robinson, R. B. 2007, Strategic Management, Formulation, Implementation, and Control, Boston: McGraw Hill Companies, Inc.
19. Rampersad, H. K., 2005, Total Performance Scorecard, (terjemahan) Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
20. Robbins, S. P. 2003, Organizational Behavior, New Jersey: Prentice Hall.
21. Thompson, A. A. 2007, Crafting & Executing Strategy: The Quest for Competitive Advantage, Concept and Cases, Boston: McGraw Hill Companies, Inc.
22. Wheelen, T. L. & Hunger J.m D., 1992, Strategic Management and Business Policy, New York: Addison-Wesley Company, Inc.
Mas kuliah dimana ?
Salam
Selamat pagi pak sadikin. Terima kasih atas informasi referensinya. Marketing menjadi salah satu bagian dari scope pembahasan saya. Maaf , saya ingin menanyakan apakah literature tersebut mengemukakan konsep – konsep teori saja?Bila ingin menelusuri lebih dalam hingga implementasinya secara aplikatif, perlukan didukung jurnal – jurnal? Bila perlu didukung jurnal, mohon informasi dari pak sadikin tentang journal – journal tersebut.
Pembahasan saya mengarah pada strategi peningkatan profitabilitas (kemampulabaan) pada sebuah perusahaan
Saya kuliah di magister manajemen teknik universitas indonesia.
Terima Kasih
Winner Yousman
Pagi mas Yousman,
Sebagian dari literatur tersebut mambahas teori dasar yang dikombinasikan dengan pengaplikasiannya, serta beberapa pembahasan studi kasus pada berbagai perusahaan besar. Jurnal biasanya lebih membahas kepada proses riset dan hasil riset dengan menggunakan metodology yang ilmiah. Bahasa jurnal jauh lebih sulit dimengerti buat orang yang tidak terbiasa membaca jurnal. Namun saya sangat sarankan untuk mencari jurnal sejenis dengan yang mau diteliti/ditulis, untuk melihat perbandingan dengan riset thesis/disertasi yang sudah pernah dilakukan. Untuk data jurnal, saya kira UI telah berlangganan melalui web (USI) atau “proquest”. Sebagai mahasiswa seharusnya diberikan password oleh campus untuk dapat mengakses ke web tersebut. Kalau tidak, kamu bisa minta bantuan perpustakaan MM-UI.
Strategi kemampuan labaan itu luas sekali. Hampir semua kegiatan perusahaan bahkan sejak didirikan memiliki tujuan tersebut. Sebaiknya dipilih topik yang lebih spesifik (apakah sudah ada judulnya?). Perlu juga diperhatikan, apakah thesis ini merupakan riset umum dengan data yang dikumpulkan dari berbagai organisasi/perusahaan untuk melihat “best practices” mereka sehingga kemudian dapat ditarik kesimpulan yang menjawab hipotesis, atau riset hanya dilakukan di satu perusahaan dalam bentuk studi kasus.
Salam
Selamat sore pak,
saat ini saya tertarik mempelajari mengenai “strategic awareness” untuk penelitian saya
mohon bantuan pak,,faktor-faktor apa saja yang menurut bapak mempengaruhi “strategic awareness ” pegawai dan apa referensinya
terima kasih
Pagi Erika,
Saya mencoba memahami apa yang kamu maksud dengan “strategic awareness”. Kalau deterjemahkan secara bebas bisa menjadi dua pengertian : 1) kesadaran/pemahaman mengenai strategik; atau 2) kesadaran/pemahaman yang strategik.
Kalau dikaitkan dengan ’strategic management’ , maka saya lebih menduga maksud kamu adalah ‘bagaimana menyadarkan atau membuat karyawan paham mengenai manajemen strategik.’
Kalau memang demikian maksudnya, maka langkah yang harus dilakukan adalah :
1. Manajemen organisasi harus terlebih dulu menerapkan ’strategic management’, atau paling tidak memiliki rencana menerapkan ’strategic management’ dalam bentuk ‘vision, mision, long-term & short-term business plan.’
2. Mengedukasi anggota manajemen mulai dari level atas sampai level bawah paling tidak tingkat ’supervisor’ menganai ’strategic mamagement’ dan menjelaskan alasan mengapa perusahaan/organisasi harus berubah dalam menghadapi tantangan lingkungan yang berubah. Dijelaskan juga proses dan cara perusahaan akan melakukan perubahan dan perlunya dukungan keterlibatan karyawan untuk keberhasilannya.
3. Untuk melakukannya diperlukan ‘team leader’ yang biasanya dipilih dari salah satu anggota manajemen yang senior atau bisa juga langsung dikomandani oleh CEO.
Kalau pertanyaannya adalah faktor-faktor yang mempengaruhi ’strategic awareness’ maka ada beberapa kemungkinan faktor sebagai berikut:
1. Faktor tingkat penerapan ’strategic management’ pada perusahaan tersebut (kalau perusahaan tidak menerapkan maka karyawan juga tidak mudah memiliki kesadaran/pemahaman).
2. Pengelolaan manajemen perubahan yang akan dapat membantu karyawan melihat dan memahami perlunya perubahan dan mau menerima perubahan untuk lebih memahami proses pembentukan ’strategic management’.
3. Pelatihan dan pengembangan yang terpogram juga akan sangat membantu ‘awarness’ karyawan.
4. ‘Performance management’ yang menjadi ujung dari pemicu motivasi karyawan juga turut memiliki kontribusi dalam proses ’strategic awareness’.
Jika ingin mendapatkan referensi, bisa lihat beberapa buku yang saya reference pada tulisan diatas.
Kalau ada pertanyaan yang lebih spesifik/jelas, mungkin kita bisa mendiskusikannya lebih baik lagi.
Terima kasih Erika, semoga dapat membantu.
Selamat siang bapak..
Saya chyntia, mahasiswi akuntansi, FE Univ Islam Indonesia, Yogyakarta
Saya sedang mengerjakan tugas akhir dan berencana akan meneliti mengenai balance scorecard, yaitu evaluasi atas penerapan BSC sebagai sistem pengukuran kinerja perusahaan (studi kasus..). Saya bingung pak, kira2 saya studi kasus dimana ya yang ijin dan birokrasinya tidak terlalu sulit? Rencana saya mau di universitas saya, tapi adakah yang lebih baik?
Saya ingin segera menyelesaikan studi saya karena ingin segera S2..
Dan refernsi apa saja yang bisa membantu skripsi saya?
Trimakasih bapak atas bantuannya..
Maaf sudah merepotkan..
-chyntia-
selamat pagi pak sadikin,
perkenalkan saya astuti mahasiswa MM jur strategic. saya kebetulan sedang menyelesaikan tesis tentang strategic turnaround tapi sedikit kekurangan bahan, saya berharap jika anda bisa membantu.
sementara ini saya sudah browsing diberbagai jurnal, tapi karena keterbatasan akses dikampus jadi agak kesulitan.
awalnya saya ingin mengangkat mengenai corporate renewal, tapi karena orang indonesia kurang familiar jadi saya ganti menjadi evaluasi turnaround strategy.
mungkin anda bisa memberi masukan, terima kasih sebelumnya…
astuti
selamat siang pak…
perkenalkan pak, saya eka mahasiswa MM-farmasi. Saat ini saya sedang menyelesaikan tesis, saya tertarik dengan konsep BSC, yang ingin saya tanyakan bisakah BSC digunakan sebagai basis pembuatan strategi? setahu saya ada sistem fedback dari pengukuran kinerja dalam BSC dengan strategi, tetapi saya bingung bagaimana metodologi penelitiannya jika saya membuat strategi berbasis BSC. Mohon penjelasan dari bapak dan sekiranya saya keliru mohon diluruskan.
terima kasih atas bantuannya….
Astuti. pada dasarnya turnaroud strategy adalah bagian dari change management, karena turnaround strategy adalah strategi untuk memutarbalikan atau mengubah suatu strategi organisasi dalam cakupan yang luas. Oleh karenanya dalam mencari/menggunakan literatur harus juga mengkaitkan dengan change management.
Tema ini sangat menarik sekali Astuti, tapi terus terang agak berat, apa lagi apabila kamu belum pernah bekerja karena sulit membayangkan cara kerja organisasi dan penyusunan strategi di dalam perusahaan. Kesulitan utama lainnya adalah mendapatkan data. Karena strategy ini kebanyakan hanya dilakukan secara formal oleh perusahaan yang besar yang kebanyakan Multi National Company. Juga strategy ini melibatkan seluruh aspek dalam perusahaan sehingga banyak data yang rahasia. Mudah-mudahan kamu sudah punya perusahaan yang bersedia untukmenjadi objek penelitian.
Salah satu alternatif untuk mempermudah dan lebih tajam adalah dengan memfokuskan penelitian hanya pada satu aspek turnaround strategy, misalnya hanya pada fungsi HR atau Finance atau Sales & Marketing, atau lainnya.
Saya sudah coba browse di Amazon.com dan menemukan banyak sekali literatur mengenai hal tersebut. Saya akan coba cek data based file jurnal, tesis dan disertasi yang saya punya. Nanti saya kabari lagi.
Salam
Sadikin
Eka, kalimat terakhir kamu itu sudah tepat, yakni BSC merupakan salah satu pola yang dapat dipilih untuk menyusun strategi perusahaan, khususnya yang berkaitan dengan kinerja perusahaan dan individu.
Metodologi penelitian sangat tergantung pada perumusan permasalahan dan tujuan dari penelitian. Jadi rumuskan dulu permasalahan yang mau kamu angkat dan jawaban dari permasalahan tersebut merupakan tujuan penulisan kamu. Setelah itu baru kamu dapat menentukan metodologi penelitian yang akan dipakai.
BSC itu sangat luas dan “complicated”, itulah sebabnya di dunia juga di Indonesia tidak banyak perusahaan yang mau/siap melaksanakan BSC. Kalau mau melakukan penelitian mengenai BSC, saran saya kamu harus bisa memilih permasalahan yang spesifik, agar tidak terjebak terlalu luas.
Saya banyak menemukan penelitian (thesis) mengenai BSC di MM IPB, Bogor. Jika kamu mau melihatnya bisa mengunjungi perpustakaan MM IPB di Jalan Raya Pajajaran, Bogor.
Salam
Sadikin
Chyntia, sama dengan jawaban saya ke Eka diatas, kalau memang di universitasmu sudah menerapkan BSC dan mereka karena universitas biasanya harus bersedia untuk menjadi objek penelitian, maka saran saya sebaiknya dilakukan di sana saja.
Banyak sekali buku dan literatur mengenai BSC. Yang dalam bahasa indonesia yang baik itu karangan Mulyadi. Kalau mau literatur penelitian (tesis) bisa mengunjungi perpustakaan MM IPB, di Jalan Raya Pajajaran, Bogor, di sana banyak penelitian dan paper mengenai BSC.
Salam
Sadikin
siang pak..saya sekarang mahasiswa universitas sriwijaya jurusan akuntansi…semsster lima..sekarang saya sedang mengambil mata kuliah methodologi penelitian..saya mendapatkan tugas penelitian..dn saya memilih untuk studi literatur dan berdasarkan teoritis…mengenai perkembangan dan aplikasi balanced scorecard pada organisasi nirlaba..mohon bantuannya pak..dalam mencari referensi mengenai balanced scorecard pada organisasi nirlaba..mohon bantuannya..terima kasih sebelumnya pak..^_^
very interesting, but I don’t agree with you
Idetrorce
wah menarik saya perdana lo masuk sadikinkuswanto.wordpress.com…… idenya sangat OK BGT. Pak saya minta referensi buku dan website untuk buku2 manajemen strategik dan change management, terima kasih
nama: adhi surya
Last Study in ITB
sekarang di kalimantan selatan
salam kenal dan hangat,
adhi surya
Dear Amanda,
Penerapan ‘balanced scorecard’ tidak membedakan secara spesific berdasarkan jenis organisasi. Yang mungkin terpengaruh adalah visi dan misi perusahaan. Yang pasti jika perusahaan/organisasi ingin menerapkannya, berarti tujuannya adalah untuk mengimplementasikan dan atau meningkatkan manajemen kinerja organisasi. Jadi prinsipnya sama saja.
Salam
Dear Adhi,
Untuk referensi buku, bisa lihat di daftar pustaka (referensi) dari tulisan saya pada blog ini. Sedangkan untuk web site, kamu bisa masuk ke ‘google’ lalu search ’strategic management web site’ dan begitu juga dengan ‘change management’.
Salam juga untuk Kalimantan Selatan.
pagi pak, saya yul achyar dari pekanbaru riau, saya masiswa MM sedang menyusun thesis tentang dampak program CSR dalam peningkatan pendapatan komunitas tempatan. Saya lagi mengumpulkan referensinya, jika bapak berkenan saya mohon dibantu. Terima kasih
Selamat pagi pak, Saya mahasiswa S2 UI sedang menyusun tesis mengenai penerapan HR scorecard dalam mengukur kinerja SDM. Saya sedang mengumpulkan referensi-referensi unt tesis saya. Saya membutuhkan buku dg judul “The HR scorecard, Lingking People, Strategy, and Performance” dg pengarang Brian E. Becker, Mark A. Huselid dan Dave Ulrich. Jika Bapak berkenan, mohon saya dibantu unt mendapatkan buku tersebut. Terima kasih.
Mas Achyar, maaf baru bisa balas, maklum kesibukan awal tahun.
Banyak sekali literatur mengenai CSR, Mas bisa search melalui GOOGLE, nanti akan keluar beberapa website baik yang populer maupun yang ilmiah.
Saya juga beberapa kali melihat buku lokal mengenai CSR di Gramedia. Yang terakhir adalah Undang-Undang no. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT), yang mewajibkan perusahaan yang bergerak pada bidang tertentu untuk menyisihkan dana keuntungannya untuk program CSR.
Salam
Baragina, kalau mau beli sih mudah karena buku itu banyak dijual di Kinokunia, juga di Gramedia Matraman pasti ada. Tapi kalau cuma mau copy atau pinjam bisa ke “Perpustakaan Manajemen Bisnis IPB” di Jalan Pajajaran Raya, Bogor. Disana juga banyak penelitian (tesis) mengenai “balanced scorecard”, jadi bisa melihat banyak penelitian terdahulu sebagai pembanding dan menjadi referensi.
Atau kalau mau datang ke kantor saya di Gedung Summitmas, Jl. Jend. Sudirman juga bisa. Nanti saya siapkan foto copy-nya (tidak dalam bentuk buku tapi diktat).
Salam
Pagi Pak, saya pegawai di lembaga pemerintah, yang tertarik untuk menerapkan balanced scorecard.
yang menjadi pertanyaan apakah bsc ini “fit” untuk diterapkan dalam lembaga pemerintah, dan sampai ini lembaga pemerintah apa saja di indonesia yang sudah menerapkan bsc.(untuk refference)? sejauh mana keberhasilannya dalam meningkatkan kinerja?
sebelumnya terimakasih pak atas jawabannya
salam
Sore bu Ani,
Konsep ‘balanced scorecard’ (BSC) bisa diterapkan pada organisasi atau lembaga apapun, hanya saja untuk menerapkannya diperlukan komitmen yang besar dari pimpinan tertinggi yang secara konsisten diikuti seluruh jajarannya.
Masalahnya, penerapan BSC secara utuh tidaklah mudah. Keinginan saja tidak cukup. Manajemen harus melengkapi diri dengan kompetensi yang cukup memadai untuk dapat menerapkannya.
Kesulitan penerapan pada lembaga pemerintahan lebih banyak dibanding perusahaan swasta. Misalnya: 1) Pada saat pimpinan berganti, maka kebijakannya akan berganti. 2) Terbiasa dengan bekerja berdasarkan budget, bukan berdasarkan KPI. 3) Banyak intervensi jabatan baik dari internal maupun ekternal organisasi. 4) Kompetensi dan budaya kerja kurang mendukung. 5) Tidak terbiasa dengan sistem ‘performance management’.
Sekali lagi, kalau memang tetap komit dan konsisten ingin menerapkan, saya yakin dapat diterapkan dengan baik juga, walau dengan usaha yang tidak mudah.
Coba saja search di google ‘BSC di Indonesia, anda akan menemukan beberapa perusahaan yg sudah mengimplementasikannya, namun sepengetahuan saya belum ada lembaga pemerintahan di Indonesia yang menerapkannya.
Saran saya, sebaiknya jangan menerapkan BSC, karena tidak mudah dan ‘complicated’. Sebaiknya terapkan saja sistem ‘performance management’ yang baik, seperti ‘Managemen by Objective’ (MBO) dengan menggunakan KRA dan KPI. Ini lebih mudah diterima karyawan dan hasil yang diperoleh sama saja. Hingga saat ini yang memilih menggunakan BSC sedikit sekali, bukan hanya di Indonesia tapi juga di dunia.
Terima kasih atas kunjungannya,
Salam
Met siang Pak Sadikin…
Saya seorang perwira menengah Polri yang bertugas di bagian Intelijen. Saat ini saya sedang menyelesaikan tugas kelas jauh (distance education) sebagai persyaratan graduate certificate dari AIPM (Australian Institute Police Management), di Manly, Sydney, sebanyak tiga modul tulisan (masing-masing 1500, 2000 dan 2500 words) dengan subject “Foundations of Strategic Management”. Sedangkan untuk residential graduate certificate program-nya sudah saya selesaikan bulan November 2007 lalu di Manly, Sydney. Mengingat intensitas kesibukan saya dinas keluar kota yang tinggi, so, bisakah bapak mengarahkan saya ke referensi electronic (non hard copy) yang pas dengan subject dan bidang tugas saya?
Regards,
Thanks.
Pengertian dari Visi secara luas seperti pa??
selamat malam Pak Sadikin.
Saya mahasiswa Perbanas, saya sedang mencari artikel untuk keperluan tugas kuliah mengenai tantangan dan isu-isu SDM saat ini yang berkaitan juga dengan Balance Scorecard.
Mungkin Bapak bisa membantu saya dalam memberikan artikel terkini mengenai tantangan dan isu-isu SDM tersebut.
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
Pak Buas,
Menarik sekali untuk membahas “foundations of strategic management”. Ada satu buku klasik yang dijadikan acuan oleh setiap ahli strategy saat ini, yaitu bukunya Igor Ansoff (1990) dengan judul “implanting strategic management”. Sayangnya penulis sudah meninggal dan bukunya sudah tidak dicetak ulang.
Kalau mau mencoba dengan mendapatkan ’soft copy’ beberapa tulisan dan jurnal, coba saja melalui google.com ketik ’strategic management journal’, itu akan mengarahkan ke banyak tulisan/referensi yang baik.
Pak Buas Akpol angkatan berapa ?
Salam
Yohan, pengertian Visi secara luas dapat kamu lihat dengan cara searching di google. Slah satunya saya kutipkan untuk kamu :
From Susan Ward,
Your Guide to Small Business: Canada.
Definition:
A vision statement is sometimes called a picture of your company in the future but it’s so much more than that. Your vision statement is your inspiration, the framework for all your strategic planning.
A vision statement may apply to an entire company or to a single division of that company. Whether for all or part of an organization, the vision statement answers the question, “Where do we want to go?”
What you are doing when creating a vision statement is articulating your dreams and hopes for your business. It reminds you of what you are trying to build.
While a vision statement doesn’t tell you how you’re going to get there, it does set the direction for your business planning. (For more on the role of your vision statement in business planning, see Quick-Start Business Planning.) That’s why it’s important when crafting a vision statement to let your imagination go and dare to dream – and why it’s important that a vision statement captures your passion.
Unlike the mission statement, a vision statement is for you and the other members of your company, not for your customers or clients.
When writing a vision statement, your mission statement and your core competencies can be a valuable starting point for articulating your values.
Salam
Sdr. Fajar,
Tantangan dan isu-isu SDM itu banyak sekali, sama luasnya dengan Manajemen SDM itu sendiri. Tantangan ini bisa dari internal maupun ekternal. Yang paling harus diperhatikan adalah perubahan/gejolak/turbulensi lingkungan bisnis yang mengakibatkan perusahaan/organisasi harus siap menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut (strategic fit), dimana peran SDM sangat penting sebagai katalisator dan agen perubahan.
Ada sebuah buku SDM dalam bahasa Indonesia yang dibuat oleh Prof. Dr. Ir. Sjafri Mangkuprawira, dengan judul “Manajemen Mutu SDM”. Buku ini sangat baik untuk referensi anda. Buku ini ada di Gramedia & Gunung Agung. Kalau benar-benar memerlukannya dan tidak mendapatkannya di toko buku, saya masih punya stok beberapa, cukup beritahu saya nanti saya kirimkan ke alamat kamu.
Kalau mau mengunjungi dan berdiskusi dengan Prof. Dr. Ir. Sjafri Mangkuprawira, anda bisa masuk ke http://www.ronawajah.wordpress.com
Salam
Terima Kasih atas tanggapannya, Pak Sadikin. Referensi dari artikel-artikel yang dimuat dalam Strategic Management Journal sangat membantu pada penulisan yang sedang saya kerjakan. Saya Akpol angkatan 1996 (Batalyon Wira Satya) dan PTIK angkatan 41 (2005).
Regards
Yth. Pak Sadikin, saya mahasiswa semester akhir di Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (ikatan dinas pada Badan Pusat Statistik). saat ini saya sedang menyusun skripsi dengan topik: pengukuran kinerja Badan Layanan Umum Transjakarta Busway dengan Balanced Scorecard. pertanyaan saya, apakah BSC bisa saya lakukan pada badan layanan umum busway? sebenarnya, pak, saya masih belum yakin apakah saya mampu untuk merumuskan macam2 strategi berdasarkan visi misi dsb dsb nya itu. bagaimana caranya supaya penelitian saya tidak terlalu luas ya, pak? tujuan penelitian saya adalah hanya ingin menjawab bagaimana kinerja BLU busway dilihat dari 4 aspek BSC. apakah itu dapat dilakukan, pak? mohon penjelasannya, ya, pak. terima kasih sebelumnya.
I have carried out large work and collected the most interesting
sites about online business in the Internet
I choose only update and developing ones and collected them in the same place.
They are accessible for everybody.
I offer you to acquaint with them ( online investing bookmak http://www.mika-zoe.net/tags/bookmarks.php/boksir124 )
If somebody can supplement my list please publish here your research or bookmark
PS I am sorry if my message out of forum topic or it`s not interesting to community.
Pak, Saya sedang menulis Thesis tentang Pengukuran kinerja Pada satu Rumah Sakit Pemerintah Milik Depkes yang Berstatus BLU, melalui prespektif balance scorecard, beberapa tulisan sudah saya saya temukan sebagai pembanding cuma didalam pedoman Penyusunan RBA Rumah Sakit agak berbeda mengenai indikator yang dipergunakan dengan beberapa hasil tulisan, pertanyaan saya : yang mana harus saya ikuti pedoman penilaian kinerjanya, apakah yang ada dalam buku Pedoman RBA Rumah Sakit, Terima kasih atas jawaban bapak, oh ya bisa tidak jawabannnya dikirim ke email saya, thank
Mas Krisna,
Memang sulit jika kamu mau mengukur kinerja BLU dengan BSC sedangkan BLU-nya sendiri belum menerapkan BSC, karena untuk mengukur kinerja diperlukan parameter yang sudah diaplikasikan pada perusahaan tersebut.
Saya sarankan dirubah sedikit, misalnya menjadi: “Analisa manajemen kinerja pada BLU TJ, ditinjau dari perspektif manajemen kinerja berbasis BSC.”
Nah kalau demikian kamu tidak melakukan pengukuran kinerja dengan BSC tapi lebih pada menganalisa kondisi kinerja BLU saat ini dan memadukan dengan kondep manajemen kinerja berbasis BSC. Kesimpulan penelitian kamu nantinya akan berupa rekomendasi kepada manajemen BLU agar meningkatkan manajemen kinerjanya dengan menggunakan perpektif BSC. Mengapa ? jawaban ini yang harus kamu cari dari penelitian lapangan dan studi pustaka.
Maju terus yah mas Krisna… Salam
selamat malam pak sadikin. saya molli dari IBII (institut bisnis dan Informatika Indonesia). sekarang sudah ambil skripsi, dan topik saya mengenai manajemen strategis. saya mengambil judul analisis strategi perusahaan dengan metode analisis swot dan qspm. begini pak, saya agak sunkan untuk menanyakan hal yang dasar, tapi tidak apa apa khan pak? saya ingin mulai bab pendahuluan. tapi belum menemukan untuk memulai cerita latar belakang dari mana. tapi untuk identifikasi masalah, batasan masalah,…hingga manfaat penelitian sudah bisa saya kerjakan. dapatkah bapak membantu saya?
Molli, bidang manajemen strategik itu cukup luas, tapi kalau melihat kamu mencoba menggunakan metode analisis SWOT dan QSPM maka dapat saya simpulkan bahwa area yang ingin deteliti lebih kepada perencanaan strategik (strategic planning).
Perencanaan strategik selalu dimulai dengan menganalisa lingkungan perusahaan/organisasi baik internal maupun ekternal. Selanjutnya baru dibuat visi, misi, sasaran dan strategi pencapaiannya.
Nah untuk latar belakangnya, kamu bisa mengambil dua aspek, yakni ekternal dan internal perusahaan. Ekternal bisa membahas kondidi turbulensi lingkungan bisnis perusahaan, seperti situasi ekonomi, politik, teknologi, pasar, pemasok, LSM dan lainnya, Sedangkan internal kamu bisa mengungkapkan bagaimana suatu oeganisasi/perusahaan memerlukan perencanaan strategik yang sesuai dengan turbulensi lingkungannya, dan jika tidak maka perusahaan tidak dapat maju dengan baik, malah bisa ‘mati’ perlahan-lahan.
Latar belakang ini mengungkapkan mengapa kamu meneliti hal tersebut dan ada fakta permasalahan apa. Sehingga selanjutnya pada bab pendahuluan ini akan keluar pertanyaan penelitiannya (research questions) serta tujuan penelitiannya.
Semoga dapat membantu…
Salam
Dear Pak Sadikin Kuswanto,
Pak salut nih… keep on air yah, terimakasih.
regards.
Halo Pak Sadikin, saya mampir lagi nih..
Pak, saya tertarik pernyataan bapak kalau tidak usah menerapkan BSC, terapkan saja Performance management yang baik :
“Saran saya, sebaiknya jangan menerapkan BSC, karena tidak mudah dan ‘complicated’. Sebaiknya terapkan saja sistem ‘performance management’ yang baik, seperti ‘Managemen by Objective’ (MBO) dengan menggunakan KRA dan KPI. Ini lebih mudah diterima karyawan dan hasil yang diperoleh sama saja. Hingga saat ini yang memilih menggunakan BSC sedikit sekali, bukan hanya di Indonesia tapi juga di dunia.”
Ada nggak pak, referensi atau argumentasi apa yang bisa meyakinkan kalau BSC itu “kurang bagus” atau “inefesien”? Masalahnya, saya baru saja ditunjuk jadi tim perumusan BSC untuk kantor, gara-gara di meja kerja saya lagi asik baca-baca buku strategic management dan matriks dan skenario dalam strategi. padahal iseng baca buat kuliah besok sabtunya hehe.. sial juga pas kerja baca-baca buku gituan, kirain mo ditegor eh malah dimasukin tim. Jadinya saya ketar-ketir ni pak, sebab belum tau cara-cara step by stepnya, kecuali 4 perspektif itu aja :)
Pertanyaan kedua, lanjutan diatas, memangnya.. untuk menyusun tim BSC itu, bagaimana caranya?
Pak Sadikin yth , saya sedang menyusun strategi perusahaan yang bergerak di bidang Information dan Communication Technologi (ICT) yang segmen pasarnya adalah B2B (Banking, Manufacture, Oil & Mining, Services and all industries) untuk periode 2008-2012 .
Struktur pasar saat ini secara umum adalah Oligopoli (Indosat, Lintasarta, Telkom, CSM, XL, Infokom, dan PSN). Malah untuk wilayah Indonesia daerah tertentu hanya Telkom, Indosat, XL dan Lintasarta karena keterbatasan infrastruktur.
Apakah langkah-langkah berikut sudah sesuai rules of thum management strategic ?
1. Analisa Lingkungan External
a. Geopolitik
b. Ekonomi Global
c. Politik Indonesia
d. Ekonomi Makro
2. Analisa Industri
a. Pelanggan
b. Kompetisi
3. Analisa Lingkungan Internal
a. Pemasok
b. Kinerja Keuangan
4. Perumusan Strategi
5. Program Kerja
Apakah sudah benar pak ?
kepada Bpk. Sadikin yang terhormat,, nama saya aldha, staff marketing di sebuah perusahaan IT provider,, produk perusahaan saya adalah sistem informasi akademik berbasis online, dengan target klien adalah lembaga2 dan atau institusi2 pendidikan di indonesia…
saya baru 1 bulan disini, dan saya agak kewalahan dalam memikirkan bagaimana sebenarnya strategi pemasaran yang pas untuk perusahaan ini,,
karena untuk sementara saya melihat perusahaan saya cenderung b2b dan bukan b2c, mengingat klien yang merupakan lembaga/institusi pendidikan, dimana di dalamnya harus melalui birokrasi yang cukup kompleks dan anggaran yang tidak bisa diprediksi…
apabila bapak berkenan, dapatkah bapak memberi sedikit saran dan berbagi pengalaman bapak? saya akan sangat berterima kasih, karena saya ingin sekali memberi sesuatu kepada perusahaan tempat saya bekerja ini…
atas waktu dan perhatiannya saya ucapkan banyak terima kasih…
Selamat pagi pak,
konten blog bapak sangat bermanfaat bagi banyak orang, terutama bagi mahasiswa tingkat akhir seperti saya.
ada satu pertanyaan awal pak, saya harap bapak bisa membantu.
menurut bapak, ada tidak hubungan antara balanced scorecard dengan sistem manajemen mutu?
terima kasih sebelumnya…
semoga bapak sehat selalu… Amin…
Dear Pak Gadang, terima kasih untuk dukungannya.
Karena kesibukan yang luar biasa beberapa bulan terakhir ini, saya mohon maaf baru saat ini dapat on air lagi.
Salam
Mas Unggul,
Saya tidak bermaksud mengatakan BSC itu tidak bagus, karena sesungguhnya BSC itu sangat baik. Hanya saja untuk menerapkannya diperlukan KOMITMEN yang berkelanjutan dari manajemen puncak dimana hal tersebut berimplikasi pada biaya yang cukup besar serta kesiapan semua SDM atau dengan kata lain manajemen harus mampu menyelaraskan dan meningkatkan kompetensi SDM agar mereka dapat mendukung dan mengimplementasikan program BSC sesuai harapan perusahaan.
Saya yakin di perusahaan tempat anda bekerja pasti menggunakan bantuan konsultan untuk menerapkan BSC, nanti konsultan akan menjelaskan secara mendetail langkah-langkah yang akan dilakukan. Secara garis besar langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Pengenalan BSC.
2. Tambahan seminar dan training yg lebih detail mengenai BSC.
3. Penyusunan Visi dan Misi perusahaan.
4. Mengartikulasikan strategi perusahaan.
5. Menyusun KPI dan pembobotan (scoring).
6. Mempelajari aplikasi software-nya, agar setiap user mampu untuk meng-entry data dan score KPI setiap hari/ minggu/ bulan.
7. dst…
Team BSC itu biasanya langsung dikepalai oleh Dirut atau salah seorang Direktur (karena diperlukan komitmen dan dukungan langsung), dengan anggotanya semua Kepala Divisi atau General Manager. Team kerja bisa dipilih dari anggota karyawan seperti kombinasi dari seluruh departement, atau hanya dari beberapa departement. Yang pasti kegiatan akan banyak menyangkut keuangan, produksi, pemasaran dan IT.
Kalau boleh tau Mas Unggul kerja dimana ?
Selamat bekerja dan mencoba penerapan BSC.
Salam
Mas Bosanova,
Wah mas sudah membuat framework strategic planning dengan baik. Sedikit saya tambahkan menjadi sebagai berikut:
1. Analisa Lingkungan External
a. Geopolitik (khususnya situasi politik di timur tengah dan USA).
b. Ekonomi Global (khususnya dampak krisis keuangan di USA akhir-akhir ini serta fluktuasi harga minyak mentah dunia)
c. Politik Indonesia (menjelang pemilu dan penggantian pimpinan pemerintahan)
d. Ekonomi Makro & Mikro
e. Hukum (peraturan yang berkaitan dengan kelangsungan dan jalannya bisnis).
2. Analisa Industri
a. Pelanggan (kelihatannya pelanggannya adalah pelanggan industri yang kondisinya oligopoli, maka pengenalan akan pola pengambilan keputusan membeli dari setiap pelanggan menjadi sangat krusial).
b. Kompetisi (hitung jumlah supply/ kapasitas dan kemampuan competitor)
c. Perhatikan posisi perusahaan terhadap pemasok dan bagaimana pemasok menetapkan pricing strategy-nya.
3. Analisa Lingkungan Internal
Buat daftar analisa apa saja kekuatan perusahaan dan kelemahannya, baik dibidang manajemen, SDM, keuangan, penjualan, produksi, IT, kepemimpinan dan lainnya.
4. Perumusan misi dan sasaran jangka panjang, menengah dan pendek. Rumusan ini adalah rangkuman jawaban atas analisa eksternal dan internal tersebut diatas.
5. Perumusan Strategi. Rumuskan Key Result Area dan Key Performance Indicator secara terperinci serta bagaimana cara mencapainya.
6. Program Kerja. Biasanya disebut action plan, yang memuat langkah-langkah yang harus dilakukan mencapai KPI yang sudah ditetapkan. Lakukan dengan terperinci juga dan sertai dengan target waktu pencapaian pada setiap program.
7. Hitung dan siapkan anggaran yang diperlukan untuk melaksanakan program kerja tersebut.
8. Buat jadwal review rutin per bulan/ 3 bulan/ 6 bulan untuk memastikan asumsi yang dipakai sebelumnya memang tepat dan untuk mengevaluasi capaian yang ada dibandingkan target KPI yang sudah ditetapkan.
Apakah sudah benar pak ?
Selamat mencoba, semoga memberikan manfaat dalam pekerjaannya.
Salam
Bu Aldha,
Saya sering berdiskusi masalah pendidikan dengan rekan-rekan yang menekuni bidang ini. Memang tidak mudah untuk membuka cakrawala (calon) klien di dunia pendidikan untuk menerapkan sistem baru karena keterbatasan pemahaman SDM dan dana.
Hal yang mungkin dapat membantu adalah apabila produk yang mau ditawarkan memang dapat memberikan manfaat besar buat klien bahkan lebih besar dari investasi yang dikeluarkan untuk membeli produk tersebut. Sebagai tenaga pemasar, ibu harus dapat meyakinkan calon konsumen tersebut.
Ada satu hal yang juga harus diperhatikan, bagaimana meyakinkan calon konsumen bahwa jika mereka membeli produk ini, mereka akan dimudahkan dalam pengoperasiannya. Bahkan ibu siap mendampingi dan membantu dalam roses transisi dari sistem lama ke sistem baru.
Untuk masuk ke lembaga di bawah pemerintahan, ibu bisa coba memperkenalkan produk serta manfaat yang akan diperoleh ke Dinas Pendidikan di pemerintahaan baik tingkat 2 dan tingkat 1. Karena merekalah yang akan mengalokasikan dana APBD untuk pengembangan kota/ kabupaten atau propinsi.
Salam
Dear Yudhit,
BSC dibuat untuk menghasilkan kinerja perusahaan atau organisasi menjadi lebih baik. Kinerja perusahaan akan menjadi lebih baik apabila SDM-nya berkerja lebih baik karena memiliki kompetensi yang lebih baik, sistem dan proses kerja dilakukan lebih baik, kepuasan konsumen lebih baik dan kinerja keuangan juga menjadi baik.
Nah, kondisi yang lebih baik tersebut merupakan peningkatan mutu yang akan menghasilkan mutu yang lebih baik pula.
Jadi BSC merupakan bagian dari manajemen mutu.
Salam
Salam Kenal …
saya cepi triatna salah satu pembaca artikel-artikel bapak. Untuk kepentingan perkuliahan, saya mohn izin beberapa diantaranya saya jadikan referensi. Terimakasih sebelumnya.
Salam
Salam kenal juga mas Cepi, silahkan saja dijadikan referensi, hanya saja setau saya sumber “blog” itu belum dapat diterima sebagai referensi untuk penulisan ilmiah. Jadi gunakan sumber aslinya (jika saya mengutip dari sumber lain).
Salam
Salam kenal pak sadikin kuswanto, Saya sangat tertarik dengan paparan yang ada buat..
Saya seorang It developer sedang merancang aplikasi dashboard management,
apakah benar dalam menentukan performance 2 metode framework yang di gunakan :
yang pertama : Balance Scorecard (BSC)
dan yang kedua : Performance Dashboard
yang saya tanyakan kalau saya sebagai pengembang aplikasi saya harus memilih trend ke framework yang mana ya ? terima kasih
Siang pak,…
Salam
Saya sangat tertarik dengan pemaparan bapak mengenai balanced scorecard. Kebetulan saya sedang melakukan evaluasi rencana kerja pemerintah tahun 2008. Saya berencana menggunakan balanced sorecard sebagai tools untuk mengevaluasi RKP 2008 tersebut. Menurut bapak apakah balanced scorecard itu cocok digunakan untuk evaluasi RKP 2008??? sedangkan yang saya tau, Balanced score card itu digunakan untuk mengukur atau menilai kinerja suatu organisasi.
Kemudian, saya mau tanya juga metode apalagi yang kiranya terpercaya digunakan untuk mengevaluasi rencana kerja pemerintah menurut pak Sadikin…
Terima kasih atas sarannya..
Salam
Selamat malam pak,
Saya ingin menanyakan mengenai strategic manajemen, pertanyaan saya: Apakah strategic trade-off dan strategic fit dapat membatasi pilihan strategi pertumbuhan perusahaan?
Selamat malam, saya dengan Feny. Apakah anda mengetahui mengenai 9 komponen dari visi dan misi itu apa? Selain itu, ada yang ingin saya tanyakan mengenai Institut Bisnis dan Informatika Indonesia, apakah Visi dan Misi mereka sudah baik dilihat dari 9 komponen itu? Bagaimana mengenai analisisnya?
Terima kasih.
selamat pagi pak.. saya sangat tertarik dengan artikel yang bapak buat. saya seorang mahasiswi dan sekarang saya lagi menganalisa sebuah perusahaan yaitu pt.sinar sosro, saya ingin menanyai pendapat bapak tentang external environtment scanning pada perusahaan yang saya analisa tersebut. saya berharap bapak bersedia untuk menanggapi komen saya ini. senang bisa belajar dari bapak, saya ucapakn terima kasih sebelumnya.
Gbu